Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Friday, 1 June 2012

Kata mama

Aku ingin coba-coba menghitung berapa banyak katamu tak kudengar. Dulu sekali, hanya sejumlah jari tangan yang pelan-pelan harus ditambah jari kaki, lalu tiba-tiba saat kujenguk hari ini mereka tengah berpeluh berdesakan dalam sebuah gudang berdebu; hingga tak bisa kuhitung satu persatu. Kapan tepatnya gudang itu kudirikan, sungguh aku tak ingat, ibu

Sunday, 4 September 2011

~ Mama

Pertemuan kita
hanya belasan basa-basi,
lalu sunyi.



Kubilang aku ada janji.
Aku akan kembali lain kali.

Friday, 2 September 2011

Papa

Aku di kedai kopi.
Menyesap pekat cairan hitam,
lalu tenggelam di dalamnya.

 
Tiba-tiba aku ada dalam gendonganmu,
kau menaruhku di atas kasur
dan mengecup lembut keningku.
Esoknya kita berenang bersama,
kau pura-pura jadi lumba-lumba
dan aku tertawa-tawa.


..

Kopiku habis, Papa.

Saturday, 30 July 2011

Tokoh Perempuan di Kepalaku

Ingatkah kau pada tokoh perempuan dari kisah cinta yang berhenti kautuliskan? Kini ia ada di dalam kepalaku menaikkan dagu merobek-robek halaman buku.

Jemarimenari

Thursday, 28 July 2011

..Abah

Kau mulai bicara tentang kesepian.
Aku mulai bicara tentang gambar-gambar bergerak di televisi.



Kau mulai bicara tentang kerinduan.
Aku mulai bicara tentang politik yang sama sekali tak kumengerti.


Kau mulai bicara tentang penyesalan.
Aku mulai bicara tentang selebriti di tayangan gosip pagi.


Kau mulai bicara tentang angan.
Aku mulai bicara tentang segala hal yang terlalu dicari-cari.


Lalu jarum jam dinding mulai berbincang dengan detak jantung kita.

Saturday, 16 July 2011

resah

di dalam gersang hatiku
ku merenung dirimu
hati tersentuh rindu
yang dalam tak menentu
dengarkah kasihku
getar di jantungku
inikah erti, inikah erti
resah hatiku

bilakah kau datang ke sini
di hari indah nanti
ku sanggup menunggu
tanda cinta kasihku
inikah erti, inikah erti
rinduku padamu

aku turut, aku turut bersamamu
aku jua, aku jua ingin bersamamu
aku ingin, aku ingin bersamamu jua nanti
bagaikan hari-hari dulu lagi

Tuesday, 12 July 2011

#esak

"mengapa kau menangis?" tanyaku pada anak kecil itu.

"bukan, aku hanya mengajari mataku tentang getir kehidupan"

Saturday, 25 June 2011

#back

Loving someone who doesn't love you, its noble. But it'd be much better loving someone who loves you back.

Sunday, 5 June 2011

#sekali

Beri aku ciuman sekali. Lalu kukenang engkau sampai nafas terhenti.

Monday, 30 May 2011

Wednesday, 25 May 2011

Tuesday, 24 May 2011

#hujan

Cinta adalah aku, yang setia menantikan hujan berkabar tentang mu.

Friday, 20 May 2011

bahasa terindah,

Yang diucap dalam bahasa terindah,
Jawapan yang bertanya didengar nabi,
Antara kagum dan khusuk setiap ayatnya,
Lereng gunung menjadi amat sunyi,
Suara sajak tegas bergema,
Disampai arah berkias maksud serentak,
Tapi jelas intinya,
Tidak sedetikpun Allah menghindar,
Atau mencemuh nabi disisi segala didoa,
Dipenuhi segala yang dipinta tulus dan,
Penuh baraqah,
Yatim ia tak berlindung,
Tidakkah tersedia juga bumbung baginya.
Awal begitu bergantung,
Kini tidakkah merdeka,
Bebas hidupnya.

~ Dato’ A Samad Said

Saturday, 14 May 2011

Dalam librari

Dalam librari
aku tersengguk
seorang tua
tersenyum menegur:
Tak guna
membuka buku
menutup mata.
Kan elok
menutup buku
membuka mata?
Mulai esoknya
dalam librari
ku tak pernah
tersengguk lagi
walau orang tua
sudah lama
tiada kusua
Dalam librari
kini ku membaca,
mataku sering
ke kerusi orang tua
yang sudah tiada
~ A. Samad Said

Wednesday, 4 May 2011

#tawa

Mungkin cinta adalah, bocah-bocah yang berlari di jalanan, TERTAWA bersama, menikmati liburan

Sunday, 1 May 2011

Ombak

Ombak yang menjamah
kakiku sekali
takkan dapat
kukenali lagi.

~ A.Samad Said

Saturday, 30 April 2011

#senja

Senja sedang bercumbu dengan hujan. Sedang kau dan aku saling meninggalkan. Kita, kenangan yang terlupakan, perlahan.

Sunday, 24 April 2011

#buah

Aku ingin melukis tawamu yang tak sederhana itu. Sebagai buah paling segar yang kau kupaskan untukku.

Thursday, 21 April 2011

tetamu senja ~

Kita datang ini hanya sebagai tetamu senja
Bila cukup detik kembalilah
Kita kepadanya
Kita datang ini kosong tangan dada
Bila pulang nanti bawa dosa bawa pahala

Pada tetamu yang datang dan
Kenal jalan pulang
Bawalah bakti mesra kepada
Tuhan kepada Insan
Pada tetamu yang datang
Dan lupa jalan pulang
Usahlah derhaka pula
Pada Tuhan kepada insan

Bila kita lihat manusia lupa tempat
Atau segera sesat puja darjat
Puja pangkat
Segera kita insaf kita ini punya kiblat
Segera kita ingat kita ini punya tekad

Bila kita lihat manusia terbiar larat
Hingga mesti merempat ke laut biru
Ke kuning darat
Harus kita lekas sedar penuh pada tugas
Harus kita tegas sembah
Seluruh rasa belas

Kita datang ini satu roh satu jasad
Bila pulang nanti bawa bakti padat berkat
Kita datang ini satu roh satu jasad
Bila pulang nanti bawa bakti padat berkat 
~ A. Samad Said

Thursday, 14 April 2011

#mentari

Dalam sajak kuterbitkan mentari dari barat. Kuterbalikkan waktu dan kau bersamaku lagi
Related Posts with Thumbnails

QUNChi?

agama (49) al quran (18) arab (21) artis (49) bahasa (32) blog (23) bollywood (17) ceghita dia (38) doa (14) donia (61) drama (31) ekonomi (26) fashion (17) Food (1) Formula One (32) hadith (12) hollywood (42) horor (13) humor (28) indonesia (50) israel (13) JJCM (5) kahwin (31) Ke Luar Jendela (32) komunis (6) malaysia (148) medic (25) mind n soul (149) motivasi (25) motokar (32) movie (82) myself (77) palestin (10) politic (59) proton (20) puisi (48) radio (9) resepi (7) Rothschild (5) sejarah pemikiran (24) student (96) swedish (3) US (39) vampire (6) zodiac (5)