Saturday, 21 February 2009

P.L.U.R : Peace.Love.Unity.Respect

*amaran:sila jangan teruskan pembacaan anda jika anda tidak mahu di"spoil"kan ketika menonton filem ini.
Aku bukan pion-pion catur
Aku gak mau diatur-atur
Jangan coba halangi aku
Karena aku generasi biru…
Itulah bait awal dari lirik lagu Generasi Biru miliknya Slank yang dirilis 1995 lalu. Diukur hingga kini, ”Generasi Biru” sudah diciptakan Slank sejak 13 tahun lalu. Kurun waktu kan makin panjang pabila kalian hitung sejak kemunculan pertama kali album Slank pada 1990 lalu..

Slank adalah pemberontakan budaya. Slank sebuah generasi muda pasca sekolah menengah, perguruan tinggi terhadap generasi sebelumnya. Slank menolak mewarisi walaupun mungkin saja nilai warisan itu tak terhingga. Slank ingin mencari identiti sendiri dan tak puas ketika jawaban yang diberikan kaum tua tak sesuai dengan energi muda mereka. ”Kami juga punya ide, kalian tak perlu curiga,” demikianlah satu baris lirik dalam lagu Cekal (album Piss’93).

Generasi Biru dibuka dengan sebuah mesin jackpot yang sedang bekerja. Adegan ini seperti menyajikan sebuah simbol bahwa hidup adalah perjudian, yang diwarnai kalah dan menang. Selanjutnya bermunculanlah lebih dari 20 lagu Slank, termasuk yang diambil dari konserto.. [siap ade Slankers sampai tgkap nanges layan konsert nie!]

Penonton bakal menemukan peristiwa penggusuran, anak-anak kekurang gizi, kekerasan aparat terhadap demonstran, rusuhan 1998 [bukan kita saja ada Reformasi waktu itu ok], hinggakan kes-kes penculikan. Ada tokoh manusia binatang yang berperilaku seperti binatang karena pernah merasakan dihajar layaknya seekor haiwan. Ada anak kecil yang selalu sembunyi di bawah meja karena masih trauma melihat orang tuanya diculik. Ada Ibu yang keseorangan kerna anak-anaknya diculik di masa reformasi.

Secara keseluruhan, Generasi Biru berceritakan kisah lima orang yang cuba lari dari situasi penuh keseragaman dan ketidakbebasan. Mereka ingin merdeka dan mencari pulau kebebasan, yang mereka sebut sebagai Pulau Biru. Pulau tanpa kekerasan dan ancaman, penuh dengan kedamaian. Dan dalam perjalanan pencarian itulah diibaratkan sebagai perjalanan Indonesia dalam waktu 1980 hingga 2009. Perjalanan dari era Soeharto, reformasi, hingga apa yang kita mampu lihat sampai saat ini

Yang agak menyedihkan Sri mengenai film ini adalah cara penggarapannya. Kekurangan ‘penandawacana’ antara satu-satu bab kisah menjadikannya terlampau melompat-kelompatan. Cara masuk lagu-lagu dan koreografer tariannya juga harusnya lebih dihalusi. [Mayb xsempat nak sumbat sbab banyak sgt mesej nk dsampaikan dlm 15ominit tu kot]Rasanya mereka perlu lebih banyakkan menonton teater dan Bollywood’s movie.

Tambahan pula,penonton awam juga bakalan tak mudah tuk menterjemahkan simbol-simbol yang cuba disampaikan. Bagaimanapun, ibarat sebuah puisi, penikmat chinta bisa saja terhanyut dalam keterumbang-ambingan itu. Dengan kata lain, simbol-simbol itu tak cuma mengandung gagasan, tapi juga keindahan. [Sri nasihatkan korg fahamkan dlu lagu2 Slank nie b4 g layan]

Dan memandangkan Sri bukanlah pelajar ASK, makanya maksud koreografi yang diciptakan pun tidaklah mudah tuk dimengerti semuanya. Walaubagaimanapun, filem ini seolah menjadi sebuah panggung untuk pertunjukan tari dan gerak-gerak ini dimaksudkan untuk memperkuat gagasan yang ingin disampaikan.


Konklusinya, filem ini membawa satu dimensi baru dalam dunia layar perak Indonesia. Lebih sesuai diucapkan sebagai teater muzikal atas persembahannya yang terlalu berpuitis dan tariannya yang dramatis. Sememangnya Generasi Biru merupakan karya yang menggambarkan keadaan Indonesia lewat kacamata Slank, lewat lagu-lagunya yang menggambarkan kondisi negeri ini secara politik, sosial, dan ekonomi…


SRi:UUD~Ujung-Ujungnya Duit! [sambil geleng2 kapla..ehe]

3 comments:

  1. Tadi ade org tanye Sri,Generasi Biru [GB] nie cerita tentang profil Slank ke? Mm,ingin Sri tegaskan di sini, film ini bukanlah Biografi Slank! GB merupakan deklamasi paparan Indonesia dari apa yang telah mereka catat melalui lagu-lagunya mulai dari tahun 1983 hingga saat ini.. Sekian =)

    ReplyDelete
  2. Yup.. aku benernya suka film ini.. tapi kok (kayaknya) ada beberapa hal yg seperti 'dipaksakan' yah.. ya nggak masuk alur gitu. trus masih ada beberapa adegan yang sudah 'menjadi ciri khas' sinetron : disangat-sangatkan..

    btw.. it's a nice movie.. you're almost there guys..

    cerita.gravis-design.com

    ReplyDelete
  3. hahaha..bener joddie!stuju amat ah ama komentar kamu~

    ReplyDelete

Related Posts with Thumbnails

QUNChi?

agama (49) al quran (18) arab (21) artis (49) bahasa (32) blog (23) bollywood (17) ceghita dia (38) doa (14) donia (61) drama (31) ekonomi (26) fashion (17) Food (1) Formula One (32) hadith (12) hollywood (42) horor (13) humor (28) indonesia (50) israel (13) JJCM (5) kahwin (31) Ke Luar Jendela (32) komunis (6) malaysia (148) medic (25) mind n soul (149) motivasi (25) motokar (32) movie (82) myself (77) palestin (10) politic (59) proton (20) puisi (48) radio (9) resepi (7) Rothschild (5) sejarah pemikiran (24) student (96) swedish (3) US (39) vampire (6) zodiac (5)

Recento Vizitores