Tuesday, 1 June 2010

Moommmy...

Senyum hilai tawa tak pernah lekang daripada bibir manisnya. Walau apa jua masalah, dia duduk tenang bersimpuh memohon petunjuk dari Tuhan yang Esa, Pencipta segala apa yang ada di dunia dan semesta. Setiap bait yang terpancul daripada lidahnya merupakan kata-kalimat indah puitis yang mampu melehkan jiwa yang panas membara. Cukup satu kata, yang mendengar terhipnotis seketika tak terkata apa.

Senyumnya yang menyegarkan tak berarti jiwanya tenang senantiasa. Banyak perkara yang difikirkan dalam suatu ketika. Terkadang ada saja yang tak kena di matanya, tapi dia diam pendam saja. Mencari dalam senyap kelam jalan penyelesaiannya. Dalam diam semua siap.

Temannya ramai-ke mana saja dia berjalan-ada saja yang mengenali sosok tubuh munggil itu. Keramahan membuatkan yang lain turut merasa tenang dan aman dalam pelukan hangatnya. Logika pemikirannya terkadang membuatkannya tampak lebih matang daripada usia.

Di matanya tercermin kan rindu. Di matanya adalah kenyataan. Dan aku tenggelam dalam lautan kasih sayangmu. Tak mungkin akan ku lepaskan ikatan ini.

Syukur ku kepadaNya dikurniakan Mama seperti dia. Tutur katanya yang berselirat - dalam arti maksudnya - membuatkan hati yang melihat terasa hilang beban dipundak - pabila diungkap sarikatanya. Ringkas saja kalimatnya – namun penuh dengan restu berkah kasih sayang daripada Sang Ibu – doa senantiasa dipanjat kebahagiaan perimeternya menjadi keutamaan.

Hari ini ulang tahun kelahiran Mama. Maafkan Abang tak dapat di samping Mama hari ini. Menyambut mengenang hari-hari bahagia kita bersama. Atau meraikan detik-detik akhir kita berdua. Hanya Dia yang tahu masa hayat detik kita.

Mungkin ketika ini Abang sedang bergembira bersama teman-teman, atau mungkin abang sedang terlena panjang diulit mimpi indah kiriman Tuhan - maqbulan panjatan harapan Mama. Atau mungkin dalam perjalanan yang panjang yang kelam destinasinya. Tapi hakikatnya tetap cuma satu – Abang tetap sayang cintakan Mama seperti dulu – mungkin lebih kuat lagi ikatan maksud kalimat itu daripada dulu.

Setiap kata yang terucap Mama. Setiap nada yang Mama cipta. Satu pun tak terpisah. Seribu tahun takkan mungkin bisa menghuraikan sebuah Cinta yang Mama beri. Untuk diriku yang pilu.

Terima kasih untuk semua keindahnya. Wajah yang tak pernah berartikan keputusasaaan – kekecewaan – kesedihan - tapi warna warni pelangi semata. Abang tak tahu daricelahmana datangnya semua kekuatan maha hebat itu – tapi berharap di hati kecil ini untuk memilikinya menjadi segagah Mama satu hari nanti.
SRi: Moga mendung hitam semalam cumalah semalam

No comments:

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails

QUNChi?

agama (49) al quran (18) arab (21) artis (49) bahasa (32) blog (23) bollywood (17) ceghita dia (38) doa (14) donia (61) drama (31) ekonomi (26) fashion (17) Food (1) Formula One (32) hadith (12) hollywood (42) horor (13) humor (28) indonesia (50) israel (13) JJCM (5) kahwin (31) Ke Luar Jendela (32) komunis (6) malaysia (148) medic (25) mind n soul (149) motivasi (25) motokar (32) movie (82) myself (77) palestin (10) politic (59) proton (20) puisi (48) radio (9) resepi (7) Rothschild (5) sejarah pemikiran (24) student (96) swedish (3) US (39) vampire (6) zodiac (5)

Recento Vizitores