Wednesday, 21 January 2009

Hadiah Terulung...

Tangisan anak Abah memenuhi ruang rumah sakit itu sekali lagi. Menempati segenap ruangan pada Rabu yang sama cuma orang dan tahunnya saja yang berbeda. Sekali lagi jua hospital itu dikerumuni penerus generasi Nyang Man. Semua tak sabar menanti tuk melihat si kecil merah yang makin kuat meraungkan lagu syahdu itu. Mama dah tak larat memujuk agar dia diam seketika, menghormati jiran-jiran di sebelahnya. Ngaumannya makin kencang mendamba perhatian. Di suatu sudut lain, suara-suara tasbih jelas terucap dek Wan Omar. Menatap anak kesayangannya penuh kasih sayang, senyum manisnya tak lekang habis. Setia dia menanti duduk di situ memohon keselamatan ketenteraman hati buat anak dan cucunya tercinta.

Masuk satu persatu mengunjungi si comel bermulut merah itu. Tangan bertukar tangan, bibir bertukar bibir. Habis penuh mukanya dikuncup saudara sedarah sedagingnya. Pipinya tak lepas daripada cubitan nakal kakak-kakak sepupu yang dari tadi tak sabar menanti giliran. Teguran Mama Tua langsung tak dihiraukan, terus mereka mengomoli anak itu sepuasnya. Bersama makcik kesayangan mereka itu adalah satu nikmat yang tak terkata darjatnya. Sejak kecil lagi sudah mereka kenal erti budi wajah yang tersenyum puas di katil itu. Sejak bayi lagi sudah mereka rasakan limpahan kasih tak putus-putus dari tubuh terbujur kaku itu. Bersama beliau, mereka rasa aman dan tenteram.

Azan abah menggegar konti empat segi itu. Terasakan zu’ rasa syukur dan kasih dalam laungan suci tadi. Berdiri tegak bulu roma, bergetar dada mengasyiki indahnya bait-bait puisi agung yang dilafazkan. Jelas satu persatu makhrajnya abah gemakan dari kotak suara. Penuh kesyahduan dan kemerduan sebutannya. Anak-anak yang berlari ke sana ke sini juga terhenti terkesima menikmati cantik indahnya ajakan ibadah istimewa yang dikarunia kepada Rasulullah SAW sewaktu Isra’ Mi’raj dulu. Di sisi lain, Wan Pa tak dapat lagi sembunyikan sebak, rasa terharu menantunya selamat membawa cahya kehidupan tuk terangi hari-hari tuanya. Tak henti-henti bibir tua itu menyabdakan tanda kasih ke hadrat Ilahi, ucapan syukur pada Sang Pencipta Azza Wajalla. Basah bajunya dilenjuni mutiara jernih tak dihiraukan lagi.

Abah bingkas dari duduknya berpelukkan kesatria kesayangannya menghampiri mama. Dipangku erat anak sulungnya itu. Dibisikkan sesuatu pada telinga anak itu. Sumpah, anak itu tak mengerti apa yang dibicara, cuma wajahnya saja bereaksi tanda geli. Bulu-bulu halus dagu abah jelas mengganggu konsentrasinya. Cermat abah tempatkan dia disisi anak perempuan itu. Jari jemari munggilnya jelas meraba-raba anak kecil itu. Mukanya jelas ganjil meminta jawapan siapakah dikirinya itu.

Pelan-pelan abah bisikkan sekali lagi, “Itulah bunga yang abah amanahkan abang tuk jaga semai”. Dia tiba-tiba senyap bagai mengamati erti disebaliknya. Ringkas tapi padat intinya. Amanat dan harapan yang maha besar tuk dipikul seorang anak yang masih belum kenal dunia. Namun itulah realiti. Tiada kata mimpi fantasi dalam kisah kali ini. Semuanya harus ditempuhi berhati-hati. Silap satu kali berarti menempah mati esok hari. Pelan-pelan dia lafazkan diam-diam, ”Abang akan lindungi adik agar kamu takkan pernah kenal apa rasa itu bahaya maupun air mata..”

“Uwaaaaaaaaaa…”, konti empat bersegi bergema lagi! Anak kecil itu menangis deras pinta disusui. Tak mahu terus berbaring kaku lagi. Mama tangkas dukung permata jiwanya itu dekat di hatinya. Jantungnya berdetak hebat apa tak terkata. Meski tampak lesu lemah tak bermaya, namun kasih sayang pada anak itu jelas terpancar dari perilaku dan wajahnya. Dinyanyikan mesra lagu kegemaran mama buat penenang peneman hidupnya itu...

Khas buat Kak Nurul, Hadiah Ulangtahunku yang Termegah..
Teman ketika Suka dan Duka. Sayang dari Abangmu yang tak terhingga…
Nurul Hayani Binti Abu Siroh
20 Januari 1988
SRi:Hargailah si dia sementara masih ada...

4 comments:

  1. wasei..
    pojangga sunggoh..
    i like..
    i ingat aper kemender la yg nak d khabar kan..
    just nice..
    rili nice...
    thanks

    ReplyDelete
  2. houh,apa lagi??jom tag ngan kak na bt novel nak?hahhahhahaha

    ReplyDelete
  3. aku suke cite ni..tp aku tak paham..hahaha..
    ko tuju kt adk ko ke??
    KALAU IYA, aku jeles ah..abg aku tak buat cmni pon..kuang~

    ReplyDelete
  4. xpew...xpew...nnti i bt spesel kelas tahanan BM tuk u ok!hihi

    ReplyDelete

Related Posts with Thumbnails

QUNChi?

agama (49) al quran (18) arab (21) artis (49) bahasa (32) blog (23) bollywood (17) ceghita dia (38) doa (14) donia (61) drama (31) ekonomi (26) fashion (17) Food (1) Formula One (32) hadith (12) hollywood (42) horor (13) humor (28) indonesia (50) israel (13) JJCM (5) kahwin (31) Ke Luar Jendela (32) komunis (6) malaysia (148) medic (25) mind n soul (149) motivasi (25) motokar (32) movie (82) myself (77) palestin (10) politic (59) proton (20) puisi (48) radio (9) resepi (7) Rothschild (5) sejarah pemikiran (24) student (96) swedish (3) US (39) vampire (6) zodiac (5)

Recento Vizitores